source: chevanon photography

Kopi Latte Menjadi Favorite

Posted on

Arikel ini akan membahas kopi Latte secara mendalam, baca sampai selesai ya.

Kopi latte, atau yang juga dikenal sebagai caffè latte, adalah minuman kopi yang terdiri dari espresso dan susu steamed (uap susu) yang kemudian dihias dengan busa susu.

Sejarah Singkat Kopi Latte:

  1. Asal Usul di Italia: Sejarah kopi latte dapat ditelusuri kembali ke Italia, di mana minuman kopi dengan susu sudah ada sejak lama. Namun, kopi latte tradisional Italia cenderung lebih banyak susu daripada espresso, dan biasanya disajikan dalam cangkir besar.
  2. Ekspansi ke Amerika Serikat: Minuman kopi latte mulai dikenal secara luas di Amerika Serikat pada tahun 1980-an dan 1990-an, terutama melalui kedai kopi seperti Starbucks yang mempopulerkan minuman kopi dengan variasi dan inovasi baru. Di Amerika Serikat, kopi latte sering kali dihidangkan dalam cangkir berukuran besar dengan proporsi espresso, susu, dan busa susu yang berbeda.
  3. Perkembangan Varian: Seiring berjalannya waktu, kopi latte mengalami perkembangan dan variasi yang beragam. Beberapa varian populer dari kopi latte antara lain latte art, yaitu seni menghias permukaan busa susu dengan motif atau gambar yang indah, serta variasi rasa seperti vanilla latte, hazelnut latte, caramel latte, dan lain-lain.
  4. Popularitas di Seluruh Dunia: Kopi latte telah menjadi minuman kopi yang populer di seluruh dunia dan banyak dijajakan di berbagai kedai kopi dan kafe di berbagai negara. Minuman kopi latte juga telah menjadi favorit bagi pecinta kopi yang menyukai rasa kopi yang lembut dan kaya dengan kehadiran susu yang memberikan kelembutan dan kekenyalan pada minuman.

Itulah sejarah singkat kopi latte, minuman kopi yang telah mengalami perkembangan dan variasi dalam beberapa dekade terakhir, menjadi salah satu pilihan favorit bagi pecinta kopi di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Kelebihan Kopi Indonesia

Perkembangan Terkini Kopi Latte:

  1. Latte Art yang Kreatif: Latte art, atau seni menghias permukaan busa susu dalam kopi latte, terus berkembang dengan kreativitas yang tinggi. Barista dan pecinta kopi latte saat ini menghadirkan latte art dengan beragam motif dan gambar yang lebih rumit, seperti karakter kartun, bunga, hewan, dan lain-lain. Latte art menjadi salah satu daya tarik visual dalam penyajian kopi latte yang unik dan menarik.
  2. Bahan Tambahan yang Inovatif: Selain susu steamed tradisional, banyak kedai kopi dan kafe kini menawarkan variasi bahan tambahan yang inovatif dalam kopi latte, seperti susu nabati (misalnya susu almond, susu kedelai, atau susu kelapa), sirup rasa (seperti vanilla, karamel, hazelnut, dan lain-lain), rempah-rempah (seperti kayu manis, jahe, atau cokelat), dan bahkan bahan tambahan tak konvensional seperti bubuk matcha, bubuk kunyit, atau bubuk bunga lavender.
  3. Kopi Latte Dingin (Iced Latte): Iced latte atau kopi latte dingin juga menjadi tren terkini, terutama di daerah dengan iklim panas. Iced latte biasanya disajikan dengan es yang ditambahkan ke dalam kopi latte, atau dengan metode cold brew yang menghasilkan rasa yang lebih halus dan kurang asam. Iced latte menjadi pilihan favorit untuk minuman kopi yang menyegarkan dan dapat dinikmati dalam suasana yang hangat.
  4. Kopi Latte Berbasis Kebersihan dan Kesehatan: Semakin banyak konsumen yang mengutamakan kebersihan dan kesehatan dalam konsumsi minuman kopi, dan hal ini mempengaruhi perkembangan kopi latte juga. Bahan-bahan organik, susu nabati, sirup bebas gula, dan opsi kopi rendah kalori menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjaga pola makan sehat dan ramah lingkungan.
  5. Tren Lokal: Kopi latte juga mengikuti tren lokal di berbagai wilayah dan negara. Misalnya, di beberapa daerah kopi di Asia, kopi latte dengan bahan tambahan lokal seperti teh matcha, teh tarik, atau teh oolong menjadi populer. Di beberapa negara, kopi latte juga disajikan dengan citarasa lokal yang khas, seperti bubuk gula merah, pandan, atau jahe.

Itulah beberapa perkembangan terkini kopi latte yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dengan inovasi, variasi, dan tren yang terus berkembang dalam dunia kopi.

Source: pexels.com/Pixabay

Penyajian Kopi Latte:

Bahan-bahan:

  • Espresso shot (sekitar 30-40 ml)
  • Susu steamed (sekitar 150-180 ml)
  • Sirup rasa (opsional)
  • Latte art (opsional)

Alat:

  • Mesin espresso (untuk membuat espresso shot)
  • Steamer susu atau frother susu (untuk menghasilkan susu steamed)
  • Cangkir kopi (ukuran 240-360 ml)
  • Sendok
  • Latte art tool (jika ingin membuat latte art)

Langkah-langkah:

  1. Persiapkan cangkir kopi yang bersih dan kering. Panaskan cangkir kopi dengan air panas jika perlu untuk menjaga agar kopi latte tetap hangat lebih lama.
  2. Ekstrak espresso shot menggunakan mesin espresso, dan tuangkan espresso shot ke dalam cangkir kopi.
  3. Jika menggunakan sirup rasa, tambahkan sirup rasa sesuai selera ke dalam espresso shot, dan aduk rata.
  4. Panaskan susu dengan menggunakan steamer susu atau frother susu hingga mencapai suhu yang diinginkan (sekitar 60-70 derajat Celsius) dan menghasilkan busa susu yang halus.
  5. Tuangkan susu steamed perlahan ke dalam cangkir kopi yang berisi espresso shot, dengan memegang sendok di atas permukaan cangkir untuk membantu memisahkan busa susu dari susu steamed.
  6. Gunakan latte art tool jika ingin membuat latte art. Dengan hati-hati, buat desain latte art di atas permukaan busa susu.
  7. Sajikan kopi latte segera dan nikmati!

Perlu diingat, proporsi antara espresso, susu, dan busa susu dalam kopi latte dapat disesuaikan sesuai selera pribadi. Beberapa varian kopi latte, seperti flat white atau cortado, memiliki proporsi yang berbeda antara espresso dan susu. Selain itu, kreativitas dalam penyajian kopi latte juga dapat dituangkan dalam latte art yang menarik untuk memberikan pengalaman visual yang unik bagi para penikmat kopi.

Tantangan Kedepannya Kopi Latte:

  1. Kualitas biji kopi: Kualitas biji kopi yang digunakan untuk membuat espresso, yang menjadi bahan dasar kopi latte, sangat penting. Biji kopi yang buruk dapat menghasilkan rasa yang tidak optimal dalam kopi latte, bahkan jika dilakukan teknik penyajian yang baik.
  2. Teknik membuat espresso: Membuat espresso yang sempurna memerlukan keahlian dan pengalaman yang cukup. Mengendalikan variabel seperti waktu ekstraksi, suhu air, dan tekanan bisa menjadi tantangan bagi barista yang belum berpengalaman. Espresso yang over-ekstraksi atau under-ekstraksi dapat mempengaruhi cita rasa kopi latte.
  3. Teknik steaming susu: Menghasilkan susu steamed yang sempurna juga memerlukan keterampilan khusus. Mengendalikan suhu dan tekstur busa susu agar sesuai dengan selera konsumen serta menjaga agar susu tidak terlalu panas atau terlalu dingin bisa menjadi tantangan.
  4. Konsistensi dalam penyajian: Menjaga konsistensi dalam penyajian kopi latte bisa menjadi tantangan, terutama jika ada banyak barista yang berbeda yang membuatnya. Mencapai konsistensi dalam proporsi antara espresso, susu, dan busa susu, serta dalam teknik penyajian dan latte art, memerlukan latihan dan koordinasi yang baik antara barista.
  5. Variasi rasa dan preferensi konsumen: Setiap konsumen memiliki preferensi rasa yang berbeda-beda, dan tantangannya adalah menciptakan kopi latte yang dapat memenuhi beragam selera konsumen. Beberapa konsumen mungkin menginginkan varian rasa atau susu tertentu, atau memiliki preferensi dalam tingkat kekuatan atau manisnya kopi latte.
  6. Persaingan pasar: Industri kopi telah berkembang pesat di banyak negara, termasuk Indonesia, dan persaingan di pasar kopi latte bisa menjadi tantangan. Menyajikan kopi latte yang unik, berkualitas, dan memiliki daya tarik bagi konsumen menjadi penting untuk memenangkan persaingan pasar.
  7. Ketersediaan bahan baku: Tantangan lain dalam penyajian kopi latte adalah ketersediaan bahan baku, terutama biji kopi yang berkualitas tinggi, susu segar, dan sirup rasa berkualitas. Bergantung pada musim, lokasi, dan pasokan lokal, ketersediaan bahan baku bisa menjadi tantangan bagi para penyaji kopi latte.

Menghadapi tantangan-tantangan tersebut, keterampilan barista, pemilihan bahan baku yang berkualitas, serta konsistensi dalam penyajian menjadi kunci untuk menghasilkan kopi latte yang lezat dan memuaskan bagi konsumen.

Baca Juga:  Kopi Temanggung

Kopi Latte Bagi Masyrakat Indonesia

Kopi latte merupakan salah satu jenis kopi yang populer di pasar kopi Indonesia. Di banyak kedai kopi atau kafe di Indonesia, kopi latte biasanya tersedia sebagai salah satu menu kopi yang dapat dipesan oleh para pecinta kopi.

Kopi latte di pasar Indonesia biasanya disajikan dalam berbagai varian, mulai dari kopi latte klasik dengan espresso, susu steamed, dan busa susu, hingga varian kopi latte dengan tambahan sirup rasa, toping, atau variasi susu seperti susu kedelai atau susu almond, sesuai dengan selera dan preferensi konsumen.

Harga kopi latte di pasar Indonesia dapat bervariasi tergantung pada lokasi, kualitas kopi, bahan-bahan yang digunakan, dan merek kafe atau kedai kopi. Harga kopi latte di kedai kopi di kota besar atau daerah yang lebih eksklusif cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga di kedai kopi biasa atau di daerah yang lebih terjangkau. Namun, harga kopi latte di Indonesia umumnya masih relatif terjangkau dan dapat diakses oleh berbagai kalangan konsumen kopi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *